Hubungan Kalimat Efektif dan Majas Pleonasme dalam Public Speaking
Kalimat yang diucapkan oleh MC/pewara idealnya merupakan kalimat yang efektif agar pesan tersampaikan dengan jelas. Namun, sering kali muncul penggunaan majas pleonasme yang membuat komunikasi menjadi tidak efisien.
Majas Pleonasme:
Penggunaan kata-kata yang berlebihan atau memiliki makna tumpang tindih sehingga membuat kalimat menjadi panjang namun tidak menambah informasi baru.
Kalimat Efektif:
Kalimat yang padat, jelas, dan langsung pada intinya tanpa ada kata yang mubazir.
Berikut adalah beberapa transformasi kalimat dari bentuk pleonasme (tidak efektif) menjadi kalimat efektif yang profesional:
1. Saat Mempersilakan Pembicara
• Contoh Pleonasme: "Kepada Bapak Kepala Sekolah, waktu dan tempat kami persilakan untuk naik ke atas panggung."
• Kalimat Efektif: "Kepada Bapak Kepala Sekolah, kami persilakan untuk naik ke panggung."
(Analisis: Waktu dan tempat tidak bisa dipersilakan, dan naik sudah pasti ke atas).
2. Saat Menyapa Hadirin
• Contoh Pleonasme: "Selamat pagi kepada para hadirin-hadirin sekalian yang sudah saling bantu-membantu menyukseskan acara ini."
• Kalimat Efektif: "Selamat pagi kepada hadirin yang sudah saling membantu menyukseskan acara ini."
(Analisis: "Para" dan pengulangan "hadirin-hadirin" sama-sama bermakna jamak).
3. Saat Memberikan Instruksi
• Contoh Pleonasme: "Mohon kepada para tamu agar supaya segera masuk ke dalam ruangan."
• Kalimat Efektif: "Mohon kepada para tamu agar segera masuk ke ruangan."
(Analisis: "Agar" dan "supaya" memiliki fungsi yang sama, begitu juga dengan "masuk" dan "ke dalam").
4. Saat Memberikan Penekanan/Kesan
• Contoh Pleonasme: "Suasana malam ini terasa sangat meriah sekali dengan banyak berbagai macam penampilan seni."
• Kalimat Efektif: "Suasana malam ini sangat meriah dengan berbagai penampilan seni."
(Analisis: "Sangat" dan "sekali" adalah pemborosan kata penguat).
5. Saat Menutup Acara
• Contoh Pleonasme: "Kami hanya sekadar ingin mengingatkan kembali jadwal acara untuk esok hari."
• Kalimat Efektif: "Kami ingin mengingatkan jadwal acara untuk esok hari."
(Analisis: "Hanya" dan "sekadar" bermakna sama. Mengingatkan sudah pasti merujuk pada informasi yang sudah ada sebelumnya).
KESIMPULAN
Hubungan antara kalimat yang diucapkan oleh MC dengan majas pleonasme dan kalimat efektif adalah: MC harus teliti dalam memilih kata agar tidak terjebak dalam pleonasme yang membuat kalimat bertele-tele. Dengan menggunakan kalimat yang efektif, seorang MC akan terdengar lebih cerdas, hemat waktu, dan pesan yang disampaikan akan lebih mudah diingat oleh audiens.